Kali ini saya akan menjelaskan tentang dasar penggunaan user preference pada Blender 2.57. Ada beberapa “key” yang WAJIB kita tau (untung-untung bisa hafal ntar) dalam pengoperasian Blender 2.57 ini.
PENTING!!
Berbeda dengan software CG lainnya, Blender menggunakan tombol KLIK KANAN (RIGHT CLICK) pada mouse. Klik kiri digunakan untuk memindahkan 3D cursor yang teman-teman bakal tau sebentar lagi. Tetapi jika kalian sering lupa memakai klik kanan (karena biasanya menggunakan klik kiri), settingan ini dapat kita ubah nantinya pada window USER PREFERENCE. Sekali lagi, INGAT UNTUK MEMBIASAKAN MENGGUNAKAN KLIK KANAN PADA BLENDER.
A. BASIC COMMAND
1. Regular Command
Mouse – Klik kiri berfungsi untuk konfirmasi, Klik kanan berfungsi untuk memilih, Klik tengah atau scroll berfungsi untuk memperbesar dan merotasi view.
“S” – mengatur skala sebuah obyek atau vertices.
“R” – merotasi sebuah obyek atau vertices.
“E” – meng-extrude vertices yang telah dipilih di dalam “edit mode”.
“G” – memindahkan sebuah obyek atau vertices.
“O” – mengaktifkan “proportional vertex editing” pada “edit mode”.
“A” – memilih semua vertices yang terdapat pada sebuah obyek.
“T” – menampilkan atau menyembunyikan transform windows.
“B” – memilih banyak obyek dengan menggunakan windows drag.
Space bar – menampilkan menu search.
Shift – memilih obyek lebih dari satu dengan cara menahan tombol Shift dan Klik kanan.
Arrow key – pembuatan frame dalam sebuah animasi.
“M” – memindahkan obyek ke layer lain. Di dalam “edit mode” berfungsi sebagai “Mirror”.
“Z” key – merubah tampilan dari solid menjadi wireframe dan sebaliknya.
“P” – memulai mode game.
“N” – menampilkan info properties sebuah obyek.
“X” atau Delete – menghapus obyek, vertices, atau sisi.
“I” – memasukkan animasi.
TAB – mengganti objek mode menjadi edit mode dan sebaliknya.
2. Combinational Command
Number pad – Berfungsi untuk mengontrol view. “7” untuk “top”, “1” untuk “front”, “3” untuk “side”, “0” untuk “camera”, “5” untuk “orthogonal”, “.” Untuk memperbesar obyek yang telah dipilih, “+” dan “-“ untuk memperbesar atau memperkecil.
Shift + “D” – menduplikat sebuah obyek atau vertices.
ALT / CTRL + “P” – membuat atau menghapus hubungan Parent/Child.
Ctrl + “J” – menggabungkan obyek.
Alt + “A” – menjalankan animasi.
Shift + “A” – masuk ke menu add.
CTRL + ALT + 0 – untuk mengaktifkan kamera sesuai dengan sudut pandang saat itu.
B. MAIN SCREEN
C. WINDOWS TYPE
Ada beberapa Window/Editor Type yang sering digunakan, yaitu:
Outliner – daftar objek yang terdapat pada Main Screen. Sesuai default, terletak di sebelah kanan atas dari Main Screen.
Properties – mengubah nilai properties dari satu atau banyak objek. Sesuai default, terletak di bawah Outliner (sebelah kanan Main Screen).
Logic Editor – memberikan efek game pada MESH tanpa perlu memasukkan python script.
Text Editor – untuk menulis script python. Biasanya digunakan untuk keperluan Blender Game.
UV/Image Editor – menampilkan UV Screen ataupun output image yang kita load.
NLA Editor – mengatur properties dari animation render MESH.
3D View – default screen seperti pertama kali kita membuka Blender.
Monday, May 2, 2011
Membuat Conveyor - Part 1
Pada tutorial pembuatan conveyor ini, saya sengaja membaginya menjadi 3 bagian. Ini dimaksudkan agar teman-teman dapat lebih memahami langkah-langkah yang saya berikan. Berikut adalah bagian-bagian tutorial ini:
Tutorial Conveyor 1: Membuat bentuk dasar conveyor, yaitu sabuk/ belt conveyor.
Tutorial Conveyor 2: Membuat roller conveyor.
Tutorial Conveyor 3: Memberikan warna dan texture pada conveyor.
Saran saya, kuasai dulu 1 bagian tutorial. Bila sudah tidak ada masalah, baru lanjutkan ke bagian selanjutnya.
1. Buka aplikasi Blender 2.57. Maka akan muncul main screen dengan mesh awal
Cube.
2. Hapus Mesh Cube dengan menekan tombol X lalu klik ok.
3. Maka sekarang main screen akan tampak seperti berikut:
4. Klik tombol SHIFT + A antuk menambahkan Mesh baru. Pilih Mesh > UV Sphere.
5. Maka akan muncul sebuah Mesh baru, yaitu benda seperti bola. Ini yang
dinamakan UV Sphere.
6. Tekan Numpad 5 untuk masuk ke mode Orthogonal. Lalu tekan Numpad 7 untuk mendapat sudut pandang dari atas (Top View).
7. Pada window Object Tools > Shading, klik Smooth. Hal ini akan memperhalus tampilan dari mesh.
8. Tekan Z untuk mengganti tampilan Mesh menjadi wire. Lalu tekan TAB untuk masuk ke dalam Edit mode. Scroll up mouse wheel untuk zoom in sehingga didapatkan tampilan UV Sphere yang lebih besar.
9. Rubah vertex mode menjadi Face select mode.
10. Tekan tombol A untuk menghilangkan daerah pilih pada UV Sphere.
11. Tekan tombol B untuk memanggil command Area Pick. Klik kiri lalu drag box area tersebut hingga menutupi seluruh bagian kanan dari sumbu Y (garis hijau).
12. Tekan tombol X lalu pilih Faces.
13. Maka hasil yang kita dapat adalah Mesh berbentuk setengah lingkaran
sempurna.
14. Pilih vertex mode menjadi Edge select mode. Tekan tombol B dan drag pada daerah mesh sekitar sumbu Y.
15. Zoom out sedikit dengan melakukan Scroll down pada mouse wheel. Lalu tekan
tombol E > X dan tekan angka 2. Setelah itu klik kiri. Artinya kita akan meng-extrude daerah tersebut pada sumbu X dengan skala 2.
16. Tekan A > B lalu pilih area mesh di sekitar sumbu X.
17. Zoom out agar kita dapat melihat perubahan yang terjadi selanjutnya. Tekan
E > Y lalu tekan angka 1.
18. Tekan Z untuk kembali ke tampilan solid (solid viewport). Lalu tekan Numpad 1 agar sudut pandang menjadi Front Orthogonal (Front Ortho).
19. Tekan TAB untuk kembali ke Object Mode. Tekan SHIFT + D untuk men-duplikat mesh. Lalu tekan X > 4. Itu atinya kita menduplikat sekaligus memindahkan hasil duplikat tersebut pada sumbu X dengan skala 4.
20. Tekan R > Y > 180 untuk merotasi mesh pada sumbu Y sebesar 180 derajat. Dapat kita lihat bahwa 2 mesh tersebut seakan-akan menjadi 1 buah mesh.
21. Dengan menekan Numpad 7, sudut pandang akan menjadi Top Ortho. Dan kita dapat melihat hasilnya.
22. Save file ini dengan menekan F2. Tentukan direktorinya lalu beri nama sesuai dengan selera teman-teman. Di sini saya memberi nama tutorial 1. Lalu klik Save As Blender File.
Nah, dasar sabuk/ belt conveyor sudah selesai kita buat. Pada tutorial yang akan datang, kita akan menambahkan rolller pada conveyor. Selamat mencoba, dan bila ada kesulitan silahkan teman-teman kasih comment atau hungungi saya langsung di aldo_pradana_putra@yahoo.com.
Keep ur spirit and don’t forget to SHOW US YOUR IMAGINATIONS…
Saturday, April 23, 2011
BLENDER 2.4 atau BLENDER 2.5 ? ?
Halo teman-teman. Akhirnya kita bisa ketemu lagi. Terima kasih buat kalian yang udah mau ngeluangin waktu berharga kalian buat baca sedikit ulasan dari saya ini.
Di sini saya akan sedikit menjelaskan perbedaan dari ketiga versi Blender yang pernah saya coba, yaitu Blender 2.49, Blender 2.56 dan Blender 2.57. seperti ulasan yang lalu, kebanyakan perbedaan antara versi Blender di atas adalah dari segi tampilan interface-nya. Atau disebut juga User Preference. Sedangkan untuk yang lain, misal shortcut transform, properties dan lain sebagainya, hampir sama untuk ketiga versi Blender tersebut.
BLENDER 2.49
Seperti yang dapat kita lihat, warna yang mendominasi adalah abu-abu. Memang, untuk warna MESH (objek di Blender) mempunyai warna yang lebih gelap. Tetapi setelah beberapa lama memakai Blender, kadang kita akan kesulitan untuk men-transform mesh yang sedang kita kerjakan. Karena pada Blender 2.49 lebih banyak menggunakan shotcut key dalam editing gambar atau objek.
BLENDER 2.5
Warna latar masih didominasi oleh warna abu-abu memang. Tetapi jika kita lihat sepintas, tampilan Blender 2.5 ini jauh lebih “cantik” daripada Blender 2.4 bukan? Interface pada Blender 2.5 akan sangat memudahkan kita dalam editing objek, karena pada Blender 2.5 jauh lebih sedikit dalam penggunaan shortcut keyboard. Ssemua hal mengenai transform dapat kita lakukan hanya dengan menggeser toolbar yang sudah terdapat pada layar utama. Dengan kata lain, kita tidak perlu bersusah-susah menghafal shortcut saat akan “bermain” dengan objek.
Masih bingung juga dengan perbedaannya?? Coba liat agak ke bawah dikit deh. Haha
TRANSFORM WINDOW
Bagian yang dilingkari adalah bagian transform objek. Jika menggunakan Blender 2.49 maka kita butuh menghafal shortcut agar pengerjaan jauh lebih cepat selesai. Tetapi pada Blender 2.5 cukup dengan menggeser kursor, maka jendela transform dapat kita akses lebih cepat.
Kenapa cuma jendela transform saja yang terlihat paling penting? Karena dari transform ini, kita bisa mengubah bentuk, memberikan warna, bahkan meng-animasi objek yang kita inginkan.jika kita sudah terbiasa dengan letak jenis transform pada Blender, saya jamin pekerjaan teman-teman akan selesai dengan cepat.
Karena pertimbangan itulah, jika kita ingin menggunakan Blender 2.49, carilah tutorial yang mengusung Blender 2.49. Begitu pula jika kita ingin menggunakan Blender 2.57, maka kita harus mencari tutorial yang dalam pengerjaannya menggunakan Blender 2.57. Karena akan susah bagi kita untuk menyesuaikan interface antara Blender 2.4 dengan Blender 2.5, kecuali kita sudah hafal betul letak transformasi yang kita inginkan.
Di sini saya akan sedikit menjelaskan perbedaan dari ketiga versi Blender yang pernah saya coba, yaitu Blender 2.49, Blender 2.56 dan Blender 2.57. seperti ulasan yang lalu, kebanyakan perbedaan antara versi Blender di atas adalah dari segi tampilan interface-nya. Atau disebut juga User Preference. Sedangkan untuk yang lain, misal shortcut transform, properties dan lain sebagainya, hampir sama untuk ketiga versi Blender tersebut.
BLENDER 2.49
Seperti yang dapat kita lihat, warna yang mendominasi adalah abu-abu. Memang, untuk warna MESH (objek di Blender) mempunyai warna yang lebih gelap. Tetapi setelah beberapa lama memakai Blender, kadang kita akan kesulitan untuk men-transform mesh yang sedang kita kerjakan. Karena pada Blender 2.49 lebih banyak menggunakan shotcut key dalam editing gambar atau objek.
BLENDER 2.5
Warna latar masih didominasi oleh warna abu-abu memang. Tetapi jika kita lihat sepintas, tampilan Blender 2.5 ini jauh lebih “cantik” daripada Blender 2.4 bukan? Interface pada Blender 2.5 akan sangat memudahkan kita dalam editing objek, karena pada Blender 2.5 jauh lebih sedikit dalam penggunaan shortcut keyboard. Ssemua hal mengenai transform dapat kita lakukan hanya dengan menggeser toolbar yang sudah terdapat pada layar utama. Dengan kata lain, kita tidak perlu bersusah-susah menghafal shortcut saat akan “bermain” dengan objek.
Masih bingung juga dengan perbedaannya?? Coba liat agak ke bawah dikit deh. Haha
TRANSFORM WINDOW
Bagian yang dilingkari adalah bagian transform objek. Jika menggunakan Blender 2.49 maka kita butuh menghafal shortcut agar pengerjaan jauh lebih cepat selesai. Tetapi pada Blender 2.5 cukup dengan menggeser kursor, maka jendela transform dapat kita akses lebih cepat.
Kenapa cuma jendela transform saja yang terlihat paling penting? Karena dari transform ini, kita bisa mengubah bentuk, memberikan warna, bahkan meng-animasi objek yang kita inginkan.jika kita sudah terbiasa dengan letak jenis transform pada Blender, saya jamin pekerjaan teman-teman akan selesai dengan cepat.
Karena pertimbangan itulah, jika kita ingin menggunakan Blender 2.49, carilah tutorial yang mengusung Blender 2.49. Begitu pula jika kita ingin menggunakan Blender 2.57, maka kita harus mencari tutorial yang dalam pengerjaannya menggunakan Blender 2.57. Karena akan susah bagi kita untuk menyesuaikan interface antara Blender 2.4 dengan Blender 2.5, kecuali kita sudah hafal betul letak transformasi yang kita inginkan.
BLENDER???
Apa itu Blender?? Apa bedanya Blender dengan aplikasi CG (Computer Graphic) lainnya?? Mengapa Blender???
Mungkin itulah pertanyaan kalian waktu pertama kali mengenal aplikasi Blender ini. Well, Blender adalah sebuah aplikasi CG berbasis OSS (Open Source Software), yang artinya software ini bisa kita dapatkan secara gratis (suka yang gratis-gratis kan?? Hehe). Memang, saya sendiri baru mengenal Blender kurang dari 2 bulan yang lalu. Tetapi setelah mencoba Blender selama 1-2 minggu, langsung tertarik ama ni software.
Kenapa??
Yang pertama udah jelas. GRATIS alias nggak bayar. Meskipun gratis, tapi jangan pandang Blender sebelah mata. Karena berbasis OSS, maka pengembangannya bisa dikatakan lebih cepat daripada software berbayar lainnya. Setiap versi Blender terbaru mempunyai tampilan interface yang lebih menyegarkan mata.
Yang kedua. Blender nggak Cuma bisa buat gambar 2D aja. Blender juga bisa membuat (yang pastinya) 3D, animasi, game (yup, beneran. Game lho), dan juga bisa buat video editing. Wew, banyak juga ya pekerjaan yang bisa dilakuin Blender ini??
Yang ketiga (dan seterusnya deh), karena apa y??? bingung juga jadinya. Pokoknya banyak deh keuntungan Blender ini. Haha.
Kalau kalian penasaran seperti apa sih hasil Blender, coba aja search di mbah Google tentang beberapa projek yang udah selesai dengan Blender ini. Beberapa diantaranya adalah film pendek atau short movie THE ELEPHANT’S DREAM dan juga BIG BUCK BUNNY. Salah satu film hasil Blender yang bisa nembus pasaran adalah AVATAR. Jaw dropping isn’t it?? Hohoho.
Kalian bisa dapetin software Blender ini di www.blender.org. Memang banyak versi yang bakal kalian lihat disana. Sebagai contoh, pertama kali saya belajar Blender pake Blender versi 2.49. Setelah kira-kira 1 bulan nyoba, akhirnya saya download Bender versi 2.56 Beta version. Baru 1 minggu yang lalu akhirnya saya dapet juga Blender versi 2.7 Stabble version. Memang ada sedikit (tapi lumayan banyak juga sih) perubahan interface dari Blender versi 2.4 dengan Blender versi 2.5.
Mau tau bedanya?? Tunggu aja postingan saya berikutnya ya. Haha. Moga-moga kalian nggak bosen ma tulisan saya. Harap maklum y teman-teman, saya juga baru pertama kali buat beginian. Maka dari itu, mohon kritik dan saran dari temen-temen semua. Semua masukan atau uneg-uneg juga monggo dituangin aja di sini. Semakin banyak bertukar pikiran, semakin banyak ilmu yang bisa kita dapet. Hehe
Well guys, see u no my next chapter. Kalau mau ngubungin saya, bisa di alamat email aldo_pradana_putra@yahoo.com. Sukses selalu and keep your spirits up..
Mungkin itulah pertanyaan kalian waktu pertama kali mengenal aplikasi Blender ini. Well, Blender adalah sebuah aplikasi CG berbasis OSS (Open Source Software), yang artinya software ini bisa kita dapatkan secara gratis (suka yang gratis-gratis kan?? Hehe). Memang, saya sendiri baru mengenal Blender kurang dari 2 bulan yang lalu. Tetapi setelah mencoba Blender selama 1-2 minggu, langsung tertarik ama ni software.
Kenapa??
Yang pertama udah jelas. GRATIS alias nggak bayar. Meskipun gratis, tapi jangan pandang Blender sebelah mata. Karena berbasis OSS, maka pengembangannya bisa dikatakan lebih cepat daripada software berbayar lainnya. Setiap versi Blender terbaru mempunyai tampilan interface yang lebih menyegarkan mata.
Yang kedua. Blender nggak Cuma bisa buat gambar 2D aja. Blender juga bisa membuat (yang pastinya) 3D, animasi, game (yup, beneran. Game lho), dan juga bisa buat video editing. Wew, banyak juga ya pekerjaan yang bisa dilakuin Blender ini??
Yang ketiga (dan seterusnya deh), karena apa y??? bingung juga jadinya. Pokoknya banyak deh keuntungan Blender ini. Haha.
Kalau kalian penasaran seperti apa sih hasil Blender, coba aja search di mbah Google tentang beberapa projek yang udah selesai dengan Blender ini. Beberapa diantaranya adalah film pendek atau short movie THE ELEPHANT’S DREAM dan juga BIG BUCK BUNNY. Salah satu film hasil Blender yang bisa nembus pasaran adalah AVATAR. Jaw dropping isn’t it?? Hohoho.
Kalian bisa dapetin software Blender ini di www.blender.org. Memang banyak versi yang bakal kalian lihat disana. Sebagai contoh, pertama kali saya belajar Blender pake Blender versi 2.49. Setelah kira-kira 1 bulan nyoba, akhirnya saya download Bender versi 2.56 Beta version. Baru 1 minggu yang lalu akhirnya saya dapet juga Blender versi 2.7 Stabble version. Memang ada sedikit (tapi lumayan banyak juga sih) perubahan interface dari Blender versi 2.4 dengan Blender versi 2.5.
Mau tau bedanya?? Tunggu aja postingan saya berikutnya ya. Haha. Moga-moga kalian nggak bosen ma tulisan saya. Harap maklum y teman-teman, saya juga baru pertama kali buat beginian. Maka dari itu, mohon kritik dan saran dari temen-temen semua. Semua masukan atau uneg-uneg juga monggo dituangin aja di sini. Semakin banyak bertukar pikiran, semakin banyak ilmu yang bisa kita dapet. Hehe
Well guys, see u no my next chapter. Kalau mau ngubungin saya, bisa di alamat email aldo_pradana_putra@yahoo.com. Sukses selalu and keep your spirits up..
Subscribe to:
Posts (Atom)







